Ingin Notebook, netbook, atau kamera digital tanpa harus mengeluarkan banyak uang?

Alnect Komputer tempatnya...

Caranya cukup mudah. Jika Anda memiliki sebuah blog dan merasa tertantang, tulislah review minimal sebuah produk yang dijual di Alnect Komputer Jogjakarta. Gunakan tiket di bawah ini untuk informasi selengkapnya dan pendaftaran. "GRATIS...!!"

Alnect computer Blog Contest

Friday, October 10, 2008

Bagaimana Ponsel Menerima Gelombang TV?

0 Comments

Banyak ponsel yang bisa dipakai untuk menonton televisi. Ada teknologi apa di balik itu?

Lagi asyik-asyiknya sekumpulan anak-anak muda menonton televisi, tiba-tiba listrik padam. Suara keluh kesah melampiaskan kekesalan terdengar. Tapi, ada satu orang yang tidak menggerutu. Ternyata, dia tetap bisa menyaksikan siaran televisi di ponsel. Teman-temannya pun berhenti menggerutu dan turut berkumpul menyaksikan layar ponsel yang kecil itu.

Adegan itu bukan kejadian asli, atau barangkali ada yang pernah mengalami adegan itu? Kalau tidak salah adegan itu ada di iklan sebuah ponsel di televisi. Ponsel TV bukan barang aneh lagi sekarag ini. Banyak ponsel asal negeri China yang menambahkan fitur televisi pada ponsel mereka. Ponsel-ponsel ini mampu menangkap siaran teelevisi analog.

Televisi anaog, seperti Trans TV, Trans 7, Indosiar, RCTI, dan kawan-kawan, adalah sebagian siaran televisi yang dapat ditangkap oleh ponsel. Siaran televisi seperti itu disalurkan melalui gelombang radio dan ponsel adalah penerima gelombang radio. Suara kita pada saat bertelepon dengan ponsel itu juga disalurkan melalui gelombang radio. Hanya saja gelombang radio untuk telepon dan televisi berbeda. Untuk telepon, saluran yang digunakan adalah 800MHz dan 1900MHz.

Ponsel TV punya TV tuner, yang sebetulnya adalah salah satu tipe penerima gelombang radio. TV tuner dilengkapi dengan penerima gelombang, tuner, serta demodulator. Seperti televisi biasa, antena TV tuner menangkap gelombang yang dikeluarkan oleh pemancar siaran televisi. Kemudian, TV tuner meneruskan gelombang itu ke prosesor gambar dan suara (audio/video processor). Prosesor itu mengubah informasi yang didapatnya sehingga ponsel bisa menampilkan gambar di layar. Beberapa TV tuner dilengkapi juga dengan fungsi untuk menangkap siaran radio FM.

Siaran televisi analog bisa disaksikan gratis di ponsel. Tapi, ada juga siaran yang televisi yang harus dibayar kalau disaksikan. Siaran televisi yang seperti ini tidak menggunakan jaringan televisi biasa, tapi menggunakan jaringan telekomunikasi. Itulah yang jadi tantangan. Ada banyak metode yang bisa digunakan atau sedang dikembangkan. Siaran televisi bisa dipancarkan dari satelit, terrestrial base station, atau Wi-Fi/WiMax.

Pada saat teknologi GSM masih berada di teknologi 2G yang kecepatannya 10 samapi 14 kilobit per detik, gambar televisi boleh dibilang tidak bisa ditampilkan. Bukannya siaran televisi, malah slide show yang muncul. Gambar televisi patah-patah. Pada teknologi 2,5G yang berkecepatan 30 sampai 100 kilobit per detik pun gambar televisi masih patah-patah.

Bandwidth pun kadi masalah. Coba ingat-ingat saat malam pergantian tahun baru. Susahkah mengirim pesan pendek atau SMS? Susahkah menelepon? Kesulitan itu timbul karena sebagian besar pelanggan menggunakan bandwidth yang ada untuk mengirim SMS atau menelepon kenalannya untuk mengucapkan selamat tahun baru. Bandwidth tidak bisa menampung seluruh permintaan sehingga beberapa atau banyak SMS atau telepon tertunda. Itu baru SMS yang berupa teks.

Data untuk siaran televisi berukuran jauh lebih besar ketimbang data suara dan teks. Apa yang akan terjadi kalau banyak orang mengakses suatu siaran televisi berbarengan, misalnya pada saat prime time? Jaringannya bisa langsuk mogok bekerja.

Teknologi 3G yang berkecepatan 144 kilobit per detik sampai 2 megabit per detik memunculkan harapan kenikmatan menyaksikan televisi. Apalagi dengan adanya teknologi 3,5G yang saat ini lagi ramai-ramainya di Indonesia.

Masa Depan Hiburan Bergerak

Bayangkan kalau siaran televisi bisa dihentikan sementara (pause) ketika kita hendak buang air kecil. Selesai buang air, kita kembali ke depan televisi dan bisa melanjutkan tontonan tanpa ketinggalan adegan apapun. Bisakah itu dilakukan?

Jawabannya: bisa. Di PC, itu bisa dilakukan. Tapi, kita butuh kapasitas hardisk yang sangat besar. Soalnya, selama berhenti, siaran televisi direkam dan hasil rekamannya disimpan dalam harddisk. Ketika diputar, hasil rekaman itulah yang diputar. Bagaimana dengan ponsel? Bisakah itu dilakukan? Bisa. Buktinya, LG sedang mengembangkan prototipe ponsel seperti ini. Ponsel ini bisa merekam siaran televisi selama kira-kira satu jam.

Umur baterai ponsel pun akan diperpanjang. Daya baterai yang digunakan untuk memproses suara dan gambar televisi lebih banyak daripada daya yang digunakan untuk panggilan suara atau SMS.

Konten televisi bergerak (mobile TV) sebetulnya sudah siap. Ponsel-ponsel untuk menonton televisi pun nantinya akan memiliki layar yang besar. Beberapa analis memprediksi adanya ponsel yang memiliki dua layar. Satu layar untuk fungsi telepon, SMS dan browsing. Layar lainnya untuk menonton televisi.

Televisi bergerak ini bukannya tidak punya halangan untuk berkembang. Penyedia konten harus membeli lisensi siaran televisi dari dari jaringan televisi lain. Jangan-jangan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli lisensi itu dibebankan kepada pelanggan. Halangan lainnya berkaitan dengan hak cipta. Penyedia layanan televisi bergerak harus membuat suatau skema yang membatasi penggunaan siaran televisi oleh pelanggan.

Comments

0 comments to "Bagaimana Ponsel Menerima Gelombang TV?"

Post a Comment

 

Links Aff

Earn money with Scour! adsensecamp Jaringan Iklan Online Clixsense - dapat uang cuman klik iklan kontes blog Z TECH Yuwie.Com - Dapat teman, dapat uang PerformancingAds Reviewmu.com

Recent Articles

Recent Comments

My Best Library | Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner | Converted into Blogger Template by Bloganol dot com