Kalau ingin punya printer foto di rumah, simak tuisan ini sampai kelar. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu pemilihan printer foto.
Buat apa sih punya printer foto sendiri? Bukankah ada gerai-gerai untuk mencetak foto? Printer foto kan mahal. Kalau tintanya habis, tinta pengganti juga nggak murah. Kalau cetak di gerai, tinggal bayar, tunggu beberapa saat (bisa sejam, bisa sehari), jadi deh.
Boleh saja punya pikiran begitu. Tapi ingat, punya printer foto juga ada untungnya. Yang paling jelas adalah seseorang bisa langsung memperoleh hasil cetak foto tanpa perlu datang ke gerai dan menunggu. Foto bisa langsung dicetak dan dinikmati bersama keluarga.
Selain itu, seseorang bisa berbuat sekreatif mungkin. Dengan adanya perangkat lunak pengolah foto, seperti Adobe Photoshop, memungkinkan mengatur gelap terangnya suatu foto. Jika hasil cetakan tidak memuaskan, atur lagi sedikit, terus cetak lagi. Boros tinta? Sudah tentu, tapi hasil cetakan bisa diperoleh dengan cepat ketimbang harus bolak-balik ke gerai cetak foto.
Untungnya lagi, dengan printer foto di rumah, segala macam hal, seperti kartu ucapan, scapbooks, dan pembatas buku, bisa dibuat dari foto. Mudah plus cepat.
Macam Printer Foto
Sebelum memilih printer foto, kenali dulu macam-macam printer foto. Secara umum, ada dua tipe: inkjet dan dye-sublimation (sering disebut dye-sub atau thermal-dye).
Printer foto tipe inkjet, seperti printer biasa (dan memang kebanyakan difungsikan juga sebagai printer biasa), mencetak dengan menyemprotkan tinta melalui lubang-lubang kecil (nozzle) ke atas kertas. Kebanyak printer inimenggunakan warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black = Sian, Magenta, Kuning. dan Hitam).
Pada printer foto inkjet kelas "atas", selain CMYA tadi, juga dilengkapi dengan Sian muda dan Magenta muda. Tujuannya, agar foto yang dihasilkan lebih kaya akan warna dan memiliki gradasi warna yang baik.
Printer foto tipe dye-sub menggunakan panas untuk memanaskan pita dengan warna CMYA. Warna yang sudah "cair" itu kemudian ditempelkan di kertas foto yang mengkilap (glossy). Keuntungan printer ini adalah hasil foto. Dengan resolusi yang tinggi, misalnya 300 x 300 titik gambar per inci, gambar yang bagus pun masih bisa diperoleh. Warna yang dihasilkan bisa mencapai 17 juta warna.
Dari dua tipe itu, tipe mana yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan. Kalau printer cuma digunakan untuk mencetak foto, bolehlah printer dye-sub dijadikan salah satu pilihan. Tapi, kalau printer juga akan digunakan untuk mencetak teks atau grafik, mau tak mau, pilihan harus dijatuhkan ke printer foto inkjet. Perllu diperhatikan juga, kebanyakan printer foto dye-sub cuma untuk hasil cetak berukuran 4R alias 4 x 6 inchi atau 102 x 152 mm.
Sekarang soal tinta. Tinta untuk printer inkjet lebih biasanya terdiri dari beberapa cartridge untuk sian, magenta, kuning, dan hitam. Ada juga yang menambah 2 cartridge lagi untuk sian muda dan magenta muda. Kalau sudah salah satu tinta habis, beli saja warna yang sudah habis. Warna yang lain, kalau masih cukup, tidak usah diganti.
Soal harga? Ambil contoh. Sebuah cartridge warna magenta untuk Canon dengan tipe BCl-6PS dibanderol dengan harga sekitar US$11. Bandingkan dengan cartridge untuk printer foto dye-sub dengan tipe KP-108IP yang dibanderol dengan harga US$21,16.
Timbang-Timbang
Apa lagi yang harus ditimbangkan? Tentu saja, KUALITAS. Kesampingkan dulu berapa resolusi yang bisa dihailkan, berapa cepat dia mampu mencetak, apa teknologi yang digunakan, berapa jumlah tinta yang digunakan, dan tetek-bengek lainnya. Soal harga? Ini juga penting kalau di negara berkembang yang sensitif soal harga.
Untuk memperoleh informasi mengenai kualitas cetak, cari saja hasil uji coba printer di berbagai sumber, seperti majalah dan tabloid komputer dan situs Web. Bacalah hasil penilaian mereka.
Kumpulkan beberapa printer yang dibilang bagus oleh para penguji dan "masuk" dalam hal harga. Nah, setelah itu, barulah pikirkan hal lainnya. Beberapa hal penting yang bisa dijadikan pertimbangan utama adalah tinta dan dukungan terhadap kertas.
Seperti sudah dibilang tadi, adanya tinta sian muda dan magenta muda membuat hasil foto lebih kaya akan warna dan memiliki gradasi warna yang lebih baik. Soal tinta yang terpisah-pisah itu juga bisa jadi nilai positif. Bisa lebih irit.
Kalau dulu, ketika semua warna dijadikan 1 cartridge, 1 warna saja habis, harus beli 1 cartridge baru dengan 3 warna. Sekarang enggak begitu. Kalau warna kuning saja habis, ya sudah, beli saja cartridge untuk warna kuning. Bisa lebih efisien.
Dukungan terhadap kertas juga harus dipikirkan. Jangan-jangan, printer tidak bisa mencetak di atas kertas foto yang mengkilap (glossy), cuma bisa di kertas biasa. Yah, kalau begitu saja kemampuannya, buat apa punya printer foto. Kertas biasa tidak bisa menampilkan kualitas foto yang baik. (PCplus, 270)
Posts














Comments
2 comments to "Bagaimana Memilih Printer Foto?"
3:43 PM, February 26, 2009
Saya hanyalah karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. Diawal Februari 2008 lalu saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan aneh, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA, saya colokkan beberapaka kali ke PC dan Laptop. Ternyata hasilnya sama saja & ada bunyi kletak-kletek. Takut ada apa-apa, saya tidak berani otak-atik lagi.Atau menuruti semua tips dari internet. Karena semua tips itu belum pasti alias belum ada jaminan data-data saya pasti akan selamat! Mungkin saja kondisi hardisk justru makin parah atau tidak dapat diselamatkan lagi!
Dari pada ambil resiko. Akhirnya saya coba membawa ke tempat yang lebih professional dan dipercaya, yaitu layanan recovery data di daerah Harco Elektonik Mangga 2. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya sempat kaget, ternyata mereka telah gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakan pada piringan hardisk saya sudah parah dan datanya banyak yang rusak, katanya disknya juga banyak tergores. Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya dan mencoba merecover lagi ke tempat lain. Ternyata sama.Mereka gagal. Beberapa tempat saya coba, sama saya terakhir saya coba lagi antar ke daerah bilangan Jl.Setia Budi Sudirman. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka mengaku-ngaku yang terbaik di Jakarta.
Entahlah saya hampir putus asa. Saya bingung sekali harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba mencari di Internet, di salah satu iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media yang situsnya www.everezta.com dan saya coba telpon dulu. Mereka meminta saya diminta mengantar harddisknya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka , akan dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. Dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil ke alamat kantor saya. Saya pun harus sabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.
Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka menelpon kepada saya, kalau harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, katanya keberhasilan minimal 80% bukan 100% lagi dan waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya sudah sangat parah secara fisik (katanya tidak terdetek BIOS dan banyak sekali BAD SECTOR) untung saja belum dibongkar mangkoknya. Mereka langsung saja mengajukan biaya sebesar 5 juta rupiah yang cukup mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya, mahal sekali padahal tidak seperti di tempat – tempat lain jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali sempat saya mau membatalkan. Saya juga coba tawar harganya. Tetap saja mereka tidak mau agar biayanya lebih murah, dengan alas an kerusakannya sangat berat : bunyi “knocking down” ; kadang-kadang/sering minta F1 dengan pesan secondary/primary disk failure”. Katanya, kalau kasus standar dan belum pernah dibongkar dan diutak-atik dengan cara apapun. Akan jauh lebih murah, yaitu cuma Rp. 250.000,- sampai 1,5 juta rupiah / menurut kerusakannya. Karena terpaksa. Pikir saya, harus kemana lagi saya coba merecover data – data penting saya dengan harga jauh lebih murah, sementara nyaris semua, sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnaya mau-tak mau, saya harus menyetujui untuk membawar 5 juta rupiah, asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan.
Setelah menunggu kurang lebih seminggu, akhirnya mereka (pihak Everesta Media), menelpon lagi kepada saya, memberitahu sudah selesai data saya diselamatkan, diminta saya membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Kesesokan harinya, mereka akan antar data-datanya ke kantor saya siang hari. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi, saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya awalu sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar, mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya. Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir. Hebat juga Everesta Media, walaupun biaya recovery datanya cukup mahal tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun begitu, sebenarnya saya cukup puas dengan harga 5 juta rupiah, karena pihak Everesta Media berhasil menyelamatkan data-data penting saya bahkan yang sudah dihapus sekalipun. Ataukah pihak http://www.everezta.com yang tempatnya tidak meyakinkan itu adalah sedang beruntung ketika itu? coba saja dulu oleh anda, baru percaya. Entahlah kenapa, sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah. Ruli; Mohon maaf lagi ya , bukan bermaksud untuk membuat yang lain marah atau tersinggung, hanya sekedar tukar pengalaman semoga berguna. Terima Kasih.Serpong (29-2).
6:47 PM, February 26, 2009
pk ngiklan d cni gy...
Post a Comment